REVIEW BUKU
Oleh : Juni Prasetya (20130720172)
Judul Buku :
Media Pembelajaran
Pengarang :
Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A.
Penerbit :
PT. Raja Grafindo Persada
Tahun Terbit :
2004
Jumlah
Halaman : 189 halaman
Buku ini secara detail menjelaskan mengenai ruang lingkup media
pembelajaran yang meliputi; pengertian media, fungsi dan manfaat media,
pengenalan beberapa media, pemilihan media, penggunaan media, pengembangan
media dan evaluasi media. Dalam menjelaskan ruang lingkup tersebut, penulis menyusun
bab secara berurutan agar pembaca mampu memahami isi buku serta tujuan buku.
*Substansi Buku :
Pada bab pertama, penulis lebih mengarahkan penjelasannya kepada
dasar maupun konsep teoritis media pembelajaran. Menurut penulis, pengertian
media terbagi menjadi dua macam; Pertama, pengertian media secara umum
berarti guru, buku teks, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan merupakan
media dalam proses belajar mengajar. Kedua, pengertian media secara
khusus dalam proses belajar mengajar diartikan sebagai pengantar, alat bantu,
media komunikasi dalam menyampaikan isi materi dari sumber kepada penerima. Dalam
bab ini pula, penulis menjelaskan landasan teoritis penggunaan media pembelajaran,
dengan kata lain “dengan alasan apa/untuk apa” media digunakan dalam proses
belajar dan mengajar. Menurut penulis dengan mengutip beberapa pendapat pada
ahli seperti Dale dan Baugh mengungkapkan bahwa perbandingan pemerolehan hasil
belajar melalui indera pandang dan indera dengar sangatlah berbeda. Indera
pandang berkisar 75% sementara indera dengar berkisar 13% dan indera lainnya
12%. Oleh karena itu, menurut penulis, siswa yang melibatkan seluruh inderanya
untuk belajar ia akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. Dan dengan
memanfaatkan peran media, pelibatan seluruh indera tersebut akan lebih mudah
terealisasi, karena media menawarkan pengalaman secara langsung yang nantinya
tingkat pengalaman siswa semakin tinggi menjadi tingkat abstrak. Inilah
pendapat penulis mengenai landasan teoritis untuk apa media digunakan dalam
proses belajar mengajar. Lalu apa ciri media yang dapat membedakan dari
teknologi maupun teknik?. Menurut penulis dengan mengutip pendapat Gerlach dan
Ely, ciri media pembelajaran terbagi ke dalam tiga ciri yaitu ciri fiksatif, ciri
manipulatif dan ciri distributif. Menurut reviewer, ketiga ciri tersebut, memberikan
gambaran yang cukup jelas mengenai ciri media pembelajaran, sehingga media
pembelajaran dapat dibedakan dengan teknologi maupun teknik dalam pembelajaran.
Akan tetapi, penjelasan perbedaan teknologi, media dan teknik, perlu dibuat
tabel ringkas agar pembaca lebih mudah dalam memahami perbedaan tersebut.
Pada bab dua, penulis menjelaskan mengenai fungsi dan manfaat
digunakannya media dalam proses belajar dan mengajar. Dalam menjelaskan fungsi
media dalam pembelajaran, penulis mengutip beberapa ahli seperti Hamalik, Yunus,
Ibrahim, Levie-Lents, dan Kemp-Dayton. Pada dasarnya, masing-masing pendapat yang
dikutip penulis dari para ahli tidak jauh berbeda, mereka berpendapat bahwa
fungsi media dalam pembelajaran yaitu menarik perhatian siswa, memotivasi
siswa, memberi kemudahan bagi siswa dalam memahami materi, meningkatkan
kecerdasaran mental siswa dan menyajikan informasi dalam bentuk yang praktis
dan efektif. Sedangkan manfaat penggunaan media dalam pembelajaran, penulis
mengutip pendapat dari Kempt-Dayton, Dale dan Sudjana-Rivai yang pada dasarnya
media pembelajaran memberi manfaat secara psikologi, akademik, wawasan, dan
pengalaman. Berdasarkan fungsi dan manfaat yang disajikan oleh penulis melalui
pendapat para ahli, menurut reviewer, hal ini menunjukkan bahwa penjelasan
fungsi dan manfaat media dalam pembelajaran memiliki sumber yang valid, berbeda
dengan sebagian penulis lainnya yang dalam menguraikan fungsi maupun manfaat tidak
merujuk kepada pendapat para ahli yang dinilai lebih kuat.
Pada bab tiga,
penulis mengenalkan beberapa jenis media dalam proses belajar dan mengajar yang
dapat dimanfaatkan. Penulis mengelompokkan empat jenis media, diantaranya; media
hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi
yang berdasarkan komputer dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
Empat jenis media tersebut, selanjutnya penulis spesifikasikan dengan
membandingkan beberapa pendapat para ahli seperti Seels dan Glasgow yang mengklasifikasikan
empat jenis media yang dikelompokkan penulis menjadi media tradisional dan
media mutakhir. Berbeda dengan pendapat Kemp dan Dayton yang lebih merinci
keempat jenis media menjadi delapan jenis yaitu media cetakan, media pajang, overhead
transparancies, rekaman audiotape, seri slide dan silmstrips, penyajian
multi-image, rekaman video, film hidup dan komputer. Pada prinsipnya, menurut
reviewer, ketiga pendapat di atas mengenai jenis media dalam pembelajaran tidak
jauh berbeda. Apabila dapat disederhanakan, maka semua jenis media sebagaimana
yang disampaikan oleh ketiga ahli di atas, termasuk penulis, hanya terbatas
pada dua pengertian yaitu media tradisional dan media modern dalam proses
belajar dan mengajar.
Pada bab empat,
penulis mengajak kepada para pembaca untuk memilih media pembelajaran yang
tepat. Menurut penulis, sebelum menggunakan media hendaknya guru mampu
mempertimbangkan sarana dan prasarana yang tersedia, isi atau tugas
pembelajaran, hambatan dari sisi siswa, keefektifan tujuan atau keefisiensi
biaya, memiliki peran umpan balik, serta variasi atau keberagaman media. Adapun
dalam memilih media menurut penulis hendaknya memperhatikan beberapa kriteria
seperti kesesuaian dengan tujuan yang dicapai, mampu mendukung isi materi,
praktis, luwes dan bertahan, guru mampu terampil dengan menggunakannya, meninjau
sasaran atau obyek belajar, serta kualitas media. Berdasarkan paparan tersebut,
menurut reviewer, penulis mengajak kepada para pembaca, khususnya para guru untuk
memperhatikan dengan baik sebelum memilih media yang hendak digunakan, sehingga
sikap kehati-hatian ini akan berpengaruh positif terhadap pelaksanaan proses belajar
dan mengajar.
Pada bab lima, penulis
mengajak kepada para pembaca untuk menggunakan jenis-jenis media yang beragam.
Pada bab yang ketiga, penulis menjelaskan macam-macam serta definisi dari
jenis-jenis media dalam pembelajaran, sementara pada bab lima penulis lebih
menjelaskan teknik menggunakan beragam media tersebut, artinya media satu dengan
yang lain memiliki teknik dan penjelasan yang berbeda. Penulis menjelaskan petunjuk
teknis atau langkah-langkah teknis dalam menggunakan media berbasis manusia,
media berbasis cetakan, media berbasis visual, media berbasis audio-visual, dan
media berbasis komputer. Berdasarkan petunjuk teknis yang telah dijelaskan, menurut
reviewer, hal ini menunjukkan bahwa penulis menindak lanjuti penjelasan di muka
mengenai macam-macam media pembelajaran dan pemilihan media pembelajaran dengan
mengkhususkan pada bab ini mengenai persoalan teknis penggunaan media
pembelajaran. Akan tetapi dalam bab ini tidak terdapat keterangan demikian, sehingga
hal ini membuat pembaca merasa bingung mengenai pertanyaan “apakah bab ini ada
hubungannya dengan bab sebelumnya?, jika ada apa hubungan antar bab?”.
Pada bab enam, penulis
mengajak kepada pembaca, khususnya para guru untuk mengantisipasi apabila tidak
tersedia media pembelajaran yang diharapkan, maka guru mampu membuat dan
mengembangkan sendiri media pembelajarannya. Dalam penjelasannya, penulis
menawarkan solusi bagi guru untuk memaksimalkan potensi dan ketersediaan sarana
prasarana yang terbatas. Seperti pada media berbasis visual, penulis menyarankan
kepada guru untuk menyederhanakan informasi yang ingin disampaikan dengan
berbagai media seperti gambar, sketsa, grafik bagan, chart dan lain-lain dengan
mengutamakan prinsip kesederhanaan, keseimbangan, keterpaduan, penekanan, serta
unsur visual lainnya seperti garis, bentuk, ruang, tekstur, dan warna. Demikian
halnya dengan media berbasis audio-visual dan media berbasis komputer maupun
berbasis gabungan semuanya mengutamakan prinsip kesederhanaan dan keefektivan media
dalam proses belajar mengajar di tengah terbatasnya ketersediaan media. Terlepas
dari penjelasan tersebut, menurut reviewer, ajakan penulis ini memiliki
pengaruh positif, di samping efisiensi biaya. Dengan ketidak tersediaan sarana
dan prasarana pembelajaran, guru mampu mengolah serta merancang media pembelajaran
sesuai keinginan dan imajinasinya, hal ini akan membentuk kemandirian guru, keterampilan
guru, serta kemampuan dan komitmen guru dalam mengajar.
Pada bab
terakhir, penulis menjelaskan mengenai evaluasi media pembelajaran yang telah
digunakan. Penulis menjelaskan bahwa selain evaluasi media pembelajaran dilakukan
oleh guru sendiri melalui observasi, evaluasi media pembelajaran dapat pula dilakukan
secara bersama-bersama dengan para siswa dalam sistem diskusi maupun interview.
Sementara hal-hal yang hendak dievaluasi menurut penulis dengan mengutip
pendapat Walker dan Hess yaitu kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional,
dan kualitas teknis.
*Analisis Buku :
1.
Kelebihan
:
a.
Kelebihan
dalam penulisan buku ini, menurut reviewer bahasa yang digunakan cukup mudah
untuk difahami. Hal ini akan berpengaruh terhadap kefahaman pembaca dalam
memahami substansi buku ini, dengan kata lain semakin mudah bahasa yang ditata
dan dipergunakan, maka akan semakin mudah pula pembaca mendapatkan makna dari
substansi buku. Di samping itu, kemudahan bahasa akan mendorong pembaca untuk
konsisten dalam menyelesaikan bacaan dari halaman ke halaman.
b.
Dalam
buku ini, penulis mengutip pendapat dari para ahli yang memang benar-benar ahli
dalam pendidikan, khususnya mengenai media pembelajaran. Bahkan penulis
mengutip pendapat para ahli dari Eropa seperti, Edgar Dale, Kemp dan Dayton, Robert
Gibson, Jerome Bruner, Gagne dan lain-lain, serta pendapat ahli dari Timur/Arab
seperti Abdulhalim Ibrahim. hal ini menunjukkan keseriusan penulis dalam
mengolah informasi yang disajikan kepada pembaca. Di samping itu, hal ini juga
menunjukkan kualitas sumber kutipan, dimana diketahui para ahli dari luar
tingkat kredibilitas-keilmuan lebih tinggi dibanding ahli dari dalam.
c.
Dalam
buku ini, disajikan pula beberapa gambar. Hal ini akan memberikan manfaat
kepada pembaca. Pertama, manfaat tersebut bisa dirasakan kepada para
pembaca yang belum lancar dalam membaca, sehingga dengan gambar tersebut
pembaca akan mengetahui maksud substansi materi yang dibahas. Kedua, manfaat
adanya sajian gambar memberikan pengertian kepada para pembaca yang belum
mengetahui obyek bahasan yang dimaksud. Misalnya, mengenai lingkaran tajwid
halaman 56, sebagian dari pembaca yang belum mengetahui apa itu lingkaran tajwid, dan bagaimana bentuk
lingkaran tajwid itu?, oleh karenanya dengan ditampilkannya gambar memberi gambaran
nyata dari apa yang dimaksud penulis. Ketiga, manfaat lainnya dengan
disajikan gambar, hal ini mampu menghindari kebosanan atau kejenuhan yang
umumnya dialami oleh para pembaca.
2.
Kekurangan
:
a.
Menurut
reviewer, kekurangan dalam penulisan buku ini, penulis dalam memberikan definisi
suatu obyek bahasan hanya merujuk kepada pendapat para ahli tanpa berusaha
menyimpulkan beberapa pendapat ahli yang ia kutip. Dengan menyimpulkan pendapat
para ahli, hal ini akan mempertegas tujuan penulisan buku serta menunjukkan wawasan
dan kemampuan penulis dalam memahami maksud obyek bahasan yang dikaji.
b.
Dalam
menyajikan kutipan dari para ahli mengenai suatu bahasan tertentu, penulis
tidak menjelaskan perbandingan maupun keterkaitan antara pendapat satu ahli
dengan pendapat ahli yang lain. Seperti misalnya, pendapat dari Seels dan
Glasgow mengenai jenis media pembelajaran, dan pendapat Kemp dan Dayton
mengenai jenis media pembelajaran pula. Apabila kedua pendapat tersebut penulis
jelaskan perbedaan, persamaan serta keterkaitannya maka hal ini akan lebih
memperluas pengertian pembaca mengenai ruang lingkup jenis media pembelajaran.
c.
Reviewer
menemukan kekurangan penulisan buku ini pada tanda yang digunakan pada setiap
sudjudul. Ada beberapa bagian halaman yang menggunakan tanda pada subjudul yang
tidak sesuai dengan ketentuan. Misalnya, pada halaman 12 mengenai ciri-ciri
media pendidikan, disitu ciri-ciri media pendidikan merupakan judul utama, oleh
karenanya menggunakan tanda huruf kapital “D”. Menurut ketentuan penulisan
buku, di samping mempermudah pembaca, tanda pada subjudul setelah judul utama menggunakan
angka arab (1,2,3,4…dst), namun penulisan subjudul dalam buku ini setelah judul
utama menggunakan huruf kecil (a,b,c,d…..dst).
*Kesimpulan
:
Berdasarkan analisis yang diperoleh reviewer, dalam penulisan buku
ini menunjukkan bahwa penulis memiliki sumber-sumber yang tingkat
kredibilitas-keilmuannya tinggi, namun penulis belum memanfaatkan kualitas
sumber-sumber tersebut untuk mengembangkan wawasan dan mempertegas tujuan
penulisan buku ini. Jadi, pendapat yang disajikan dalam buku ini sebagian besar
dari para ahli, tanpa penulis berusaha memformulasikan pendapatnya dengan
merujuk pendapat para ahli. Kemudian, gaya penulisan yang disajikan dalam buku
ini memberi kemudahan bagi pembaca, ditambah dengan beberapa gambar yang ikut
serta dalam mendorong pembaca untuk lebih mudah dalam memahami maksud obyek
bahasan. Namun, mengenai teknik penulisan masih ada beberapa yang review
temukan belum sesuai dengan ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa penulis memang
lebih mempertimbangkan pembaca untuk mampu memahami isi dan maksud teks buku, dibandingkan
dengan teknik penulisan yang tidak terlalu bepengaruh terhadap paham atau
tidaknya pembaca terhadap isi dan maksud teks buku.
Ingat: Jangan asal copas yah, ijin dulu lebih baik....hehe