Rabu, 22 Maret 2017

Review Buku Media Pembelajaran



REVIEW BUKU
Oleh : Juni Prasetya (20130720172)

Judul Buku                  : Media Pembelajaran
Pengarang                   : Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A.
Penerbit                       : PT. Raja Grafindo Persada
Tahun Terbit                : 2004
Jumlah Halaman          : 189 halaman
Buku ini secara detail menjelaskan mengenai ruang lingkup media pembelajaran yang meliputi; pengertian media, fungsi dan manfaat media, pengenalan beberapa media, pemilihan media, penggunaan media, pengembangan media dan evaluasi media. Dalam menjelaskan ruang lingkup tersebut, penulis menyusun bab secara berurutan agar pembaca mampu memahami isi buku serta tujuan buku.
*Substansi Buku :
Pada bab pertama, penulis lebih mengarahkan penjelasannya kepada dasar maupun konsep teoritis media pembelajaran. Menurut penulis, pengertian media terbagi menjadi dua macam; Pertama, pengertian media secara umum berarti guru, buku teks, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan merupakan media dalam proses belajar mengajar. Kedua, pengertian media secara khusus dalam proses belajar mengajar diartikan sebagai pengantar, alat bantu, media komunikasi dalam menyampaikan isi materi dari sumber kepada penerima. Dalam bab ini pula, penulis menjelaskan landasan teoritis penggunaan media pembelajaran, dengan kata lain “dengan alasan apa/untuk apa” media digunakan dalam proses belajar dan mengajar. Menurut penulis dengan mengutip beberapa pendapat pada ahli seperti Dale dan Baugh mengungkapkan bahwa perbandingan pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang dan indera dengar sangatlah berbeda. Indera pandang berkisar 75% sementara indera dengar berkisar 13% dan indera lainnya 12%. Oleh karena itu, menurut penulis, siswa yang melibatkan seluruh inderanya untuk belajar ia akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. Dan dengan memanfaatkan peran media, pelibatan seluruh indera tersebut akan lebih mudah terealisasi, karena media menawarkan pengalaman secara langsung yang nantinya tingkat pengalaman siswa semakin tinggi menjadi tingkat abstrak. Inilah pendapat penulis mengenai landasan teoritis untuk apa media digunakan dalam proses belajar mengajar. Lalu apa ciri media yang dapat membedakan dari teknologi maupun teknik?. Menurut penulis dengan mengutip pendapat Gerlach dan Ely, ciri media pembelajaran terbagi ke dalam tiga ciri yaitu ciri fiksatif, ciri manipulatif dan ciri distributif. Menurut reviewer, ketiga ciri tersebut, memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai ciri media pembelajaran, sehingga media pembelajaran dapat dibedakan dengan teknologi maupun teknik dalam pembelajaran. Akan tetapi, penjelasan perbedaan teknologi, media dan teknik, perlu dibuat tabel ringkas agar pembaca lebih mudah dalam memahami perbedaan tersebut.  
Pada bab dua, penulis menjelaskan mengenai fungsi dan manfaat digunakannya media dalam proses belajar dan mengajar. Dalam menjelaskan fungsi media dalam pembelajaran, penulis mengutip beberapa ahli seperti Hamalik, Yunus, Ibrahim, Levie-Lents, dan Kemp-Dayton. Pada dasarnya, masing-masing pendapat yang dikutip penulis dari para ahli tidak jauh berbeda, mereka berpendapat bahwa fungsi media dalam pembelajaran yaitu menarik perhatian siswa, memotivasi siswa, memberi kemudahan bagi siswa dalam memahami materi, meningkatkan kecerdasaran mental siswa dan menyajikan informasi dalam bentuk yang praktis dan efektif. Sedangkan manfaat penggunaan media dalam pembelajaran, penulis mengutip pendapat dari Kempt-Dayton, Dale dan Sudjana-Rivai yang pada dasarnya media pembelajaran memberi manfaat secara psikologi, akademik, wawasan, dan pengalaman. Berdasarkan fungsi dan manfaat yang disajikan oleh penulis melalui pendapat para ahli, menurut reviewer, hal ini menunjukkan bahwa penjelasan fungsi dan manfaat media dalam pembelajaran memiliki sumber yang valid, berbeda dengan sebagian penulis lainnya yang dalam menguraikan fungsi maupun manfaat tidak merujuk kepada pendapat para ahli yang dinilai lebih kuat.
Pada bab tiga, penulis mengenalkan beberapa jenis media dalam proses belajar dan mengajar yang dapat dimanfaatkan. Penulis mengelompokkan empat jenis media, diantaranya; media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi yang berdasarkan komputer dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Empat jenis media tersebut, selanjutnya penulis spesifikasikan dengan membandingkan beberapa pendapat para ahli seperti Seels dan Glasgow yang mengklasifikasikan empat jenis media yang dikelompokkan penulis menjadi media tradisional dan media mutakhir. Berbeda dengan pendapat Kemp dan Dayton yang lebih merinci keempat jenis media menjadi delapan jenis yaitu media cetakan, media pajang, overhead transparancies, rekaman audiotape, seri slide dan silmstrips, penyajian multi-image, rekaman video, film hidup dan komputer. Pada prinsipnya, menurut reviewer, ketiga pendapat di atas mengenai jenis media dalam pembelajaran tidak jauh berbeda. Apabila dapat disederhanakan, maka semua jenis media sebagaimana yang disampaikan oleh ketiga ahli di atas, termasuk penulis, hanya terbatas pada dua pengertian yaitu media tradisional dan media modern dalam proses belajar dan mengajar.
Pada bab empat, penulis mengajak kepada para pembaca untuk memilih media pembelajaran yang tepat. Menurut penulis, sebelum menggunakan media hendaknya guru mampu mempertimbangkan sarana dan prasarana yang tersedia, isi atau tugas pembelajaran, hambatan dari sisi siswa, keefektifan tujuan atau keefisiensi biaya, memiliki peran umpan balik, serta variasi atau keberagaman media. Adapun dalam memilih media menurut penulis hendaknya memperhatikan beberapa kriteria seperti kesesuaian dengan tujuan yang dicapai, mampu mendukung isi materi, praktis, luwes dan bertahan, guru mampu terampil dengan menggunakannya, meninjau sasaran atau obyek belajar, serta kualitas media. Berdasarkan paparan tersebut, menurut reviewer, penulis mengajak kepada para pembaca, khususnya para guru untuk memperhatikan dengan baik sebelum memilih media yang hendak digunakan, sehingga sikap kehati-hatian ini akan berpengaruh positif terhadap pelaksanaan proses belajar dan mengajar.
Pada bab lima, penulis mengajak kepada para pembaca untuk menggunakan jenis-jenis media yang beragam. Pada bab yang ketiga, penulis menjelaskan macam-macam serta definisi dari jenis-jenis media dalam pembelajaran, sementara pada bab lima penulis lebih menjelaskan teknik menggunakan beragam media tersebut, artinya media satu dengan yang lain memiliki teknik dan penjelasan yang berbeda. Penulis menjelaskan petunjuk teknis atau langkah-langkah teknis dalam menggunakan media berbasis manusia, media berbasis cetakan, media berbasis visual, media berbasis audio-visual, dan media berbasis komputer. Berdasarkan petunjuk teknis yang telah dijelaskan, menurut reviewer, hal ini menunjukkan bahwa penulis menindak lanjuti penjelasan di muka mengenai macam-macam media pembelajaran dan pemilihan media pembelajaran dengan mengkhususkan pada bab ini mengenai persoalan teknis penggunaan media pembelajaran. Akan tetapi dalam bab ini tidak terdapat keterangan demikian, sehingga hal ini membuat pembaca merasa bingung mengenai pertanyaan “apakah bab ini ada hubungannya dengan bab sebelumnya?, jika ada apa hubungan antar bab?”.
Pada bab enam, penulis mengajak kepada pembaca, khususnya para guru untuk mengantisipasi apabila tidak tersedia media pembelajaran yang diharapkan, maka guru mampu membuat dan mengembangkan sendiri media pembelajarannya. Dalam penjelasannya, penulis menawarkan solusi bagi guru untuk memaksimalkan potensi dan ketersediaan sarana prasarana yang terbatas. Seperti pada media berbasis visual, penulis menyarankan kepada guru untuk menyederhanakan informasi yang ingin disampaikan dengan berbagai media seperti gambar, sketsa, grafik bagan, chart dan lain-lain dengan mengutamakan prinsip kesederhanaan, keseimbangan, keterpaduan, penekanan, serta unsur visual lainnya seperti garis, bentuk, ruang, tekstur, dan warna. Demikian halnya dengan media berbasis audio-visual dan media berbasis komputer maupun berbasis gabungan semuanya mengutamakan prinsip kesederhanaan dan keefektivan media dalam proses belajar mengajar di tengah terbatasnya ketersediaan media. Terlepas dari penjelasan tersebut, menurut reviewer, ajakan penulis ini memiliki pengaruh positif, di samping efisiensi biaya. Dengan ketidak tersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, guru mampu mengolah serta merancang media pembelajaran sesuai keinginan dan imajinasinya, hal ini akan membentuk kemandirian guru, keterampilan guru, serta kemampuan dan komitmen guru dalam mengajar.   
Pada bab terakhir, penulis menjelaskan mengenai evaluasi media pembelajaran yang telah digunakan. Penulis menjelaskan bahwa selain evaluasi media pembelajaran dilakukan oleh guru sendiri melalui observasi, evaluasi media pembelajaran dapat pula dilakukan secara bersama-bersama dengan para siswa dalam sistem diskusi maupun interview. Sementara hal-hal yang hendak dievaluasi menurut penulis dengan mengutip pendapat Walker dan Hess yaitu kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.

*Analisis Buku :
1.      Kelebihan :
a.       Kelebihan dalam penulisan buku ini, menurut reviewer bahasa yang digunakan cukup mudah untuk difahami. Hal ini akan berpengaruh terhadap kefahaman pembaca dalam memahami substansi buku ini, dengan kata lain semakin mudah bahasa yang ditata dan dipergunakan, maka akan semakin mudah pula pembaca mendapatkan makna dari substansi buku. Di samping itu, kemudahan bahasa akan mendorong pembaca untuk konsisten dalam menyelesaikan bacaan dari halaman ke halaman.
b.      Dalam buku ini, penulis mengutip pendapat dari para ahli yang memang benar-benar ahli dalam pendidikan, khususnya mengenai media pembelajaran. Bahkan penulis mengutip pendapat para ahli dari Eropa seperti, Edgar Dale, Kemp dan Dayton, Robert Gibson, Jerome Bruner, Gagne dan lain-lain, serta pendapat ahli dari Timur/Arab seperti Abdulhalim Ibrahim. hal ini menunjukkan keseriusan penulis dalam mengolah informasi yang disajikan kepada pembaca. Di samping itu, hal ini juga menunjukkan kualitas sumber kutipan, dimana diketahui para ahli dari luar tingkat kredibilitas-keilmuan lebih tinggi dibanding ahli dari dalam.
c.       Dalam buku ini, disajikan pula beberapa gambar. Hal ini akan memberikan manfaat kepada pembaca. Pertama, manfaat tersebut bisa dirasakan kepada para pembaca yang belum lancar dalam membaca, sehingga dengan gambar tersebut pembaca akan mengetahui maksud substansi materi yang dibahas. Kedua, manfaat adanya sajian gambar memberikan pengertian kepada para pembaca yang belum mengetahui obyek bahasan yang dimaksud. Misalnya, mengenai lingkaran tajwid halaman 56, sebagian dari pembaca yang belum mengetahui apa  itu lingkaran tajwid, dan bagaimana bentuk lingkaran tajwid itu?, oleh karenanya dengan ditampilkannya gambar memberi gambaran nyata dari apa yang dimaksud penulis. Ketiga, manfaat lainnya dengan disajikan gambar, hal ini mampu menghindari kebosanan atau kejenuhan yang umumnya dialami oleh para pembaca.
2.      Kekurangan :
a.       Menurut reviewer, kekurangan dalam penulisan buku ini, penulis dalam memberikan definisi suatu obyek bahasan hanya merujuk kepada pendapat para ahli tanpa berusaha menyimpulkan beberapa pendapat ahli yang ia kutip. Dengan menyimpulkan pendapat para ahli, hal ini akan mempertegas tujuan penulisan buku serta menunjukkan wawasan dan kemampuan penulis dalam memahami maksud obyek bahasan yang dikaji.
b.      Dalam menyajikan kutipan dari para ahli mengenai suatu bahasan tertentu, penulis tidak menjelaskan perbandingan maupun keterkaitan antara pendapat satu ahli dengan pendapat ahli yang lain. Seperti misalnya, pendapat dari Seels dan Glasgow mengenai jenis media pembelajaran, dan pendapat Kemp dan Dayton mengenai jenis media pembelajaran pula. Apabila kedua pendapat tersebut penulis jelaskan perbedaan, persamaan serta keterkaitannya maka hal ini akan lebih memperluas pengertian pembaca mengenai ruang lingkup jenis media pembelajaran.       
c.       Reviewer menemukan kekurangan penulisan buku ini pada tanda yang digunakan pada setiap sudjudul. Ada beberapa bagian halaman yang menggunakan tanda pada subjudul yang tidak sesuai dengan ketentuan. Misalnya, pada halaman 12 mengenai ciri-ciri media pendidikan, disitu ciri-ciri media pendidikan merupakan judul utama, oleh karenanya menggunakan tanda huruf kapital “D”. Menurut ketentuan penulisan buku, di samping mempermudah pembaca, tanda pada subjudul setelah judul utama menggunakan angka arab (1,2,3,4…dst), namun penulisan subjudul dalam buku ini setelah judul utama menggunakan huruf kecil (a,b,c,d…..dst).

*Kesimpulan :
Berdasarkan analisis yang diperoleh reviewer, dalam penulisan buku ini menunjukkan bahwa penulis memiliki sumber-sumber yang tingkat kredibilitas-keilmuannya tinggi, namun penulis belum memanfaatkan kualitas sumber-sumber tersebut untuk mengembangkan wawasan dan mempertegas tujuan penulisan buku ini. Jadi, pendapat yang disajikan dalam buku ini sebagian besar dari para ahli, tanpa penulis berusaha memformulasikan pendapatnya dengan merujuk pendapat para ahli. Kemudian, gaya penulisan yang disajikan dalam buku ini memberi kemudahan bagi pembaca, ditambah dengan beberapa gambar yang ikut serta dalam mendorong pembaca untuk lebih mudah dalam memahami maksud obyek bahasan. Namun, mengenai teknik penulisan masih ada beberapa yang review temukan belum sesuai dengan ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa penulis memang lebih mempertimbangkan pembaca untuk mampu memahami isi dan maksud teks buku, dibandingkan dengan teknik penulisan yang tidak terlalu bepengaruh terhadap paham atau tidaknya pembaca terhadap isi dan maksud teks buku.   
       

Ingat: Jangan asal copas yah, ijin dulu lebih baik....hehe