Membaca dan menulis adalah suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan
sekali, sampai-sampai pekerjaan ini merupakan hobi dari seekor kodok kecil yang
memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penulis terkenal. Penulis yang dapat
memberikan manfaat untuk masyarakat kodok yang lain. Namun, sepertinya
kodok-kodok yang lain kurang menyukai kehadiran kodok kecil karena kodok kecil
memiliki penyakit yang menjijikkan untuk dilihat. Penyakit tersebut adalah penyakit
keturunan dari bapak kodok kecil.Sehingga karena penyakit itu bapak kodok kecil
sakit-sakitan sampai puluhan tahun hingga akhirnya mati.Kodok kecil dan ibunya
sangat sedih menerima kenyataan itu, sekarang mereka hidup bersama dengan rumah
yang sangat sederhana.
Sebenarnya kodok
kecil pengen sekali bermain dengan kawan-kawannya.Namun, ketika kodok kecil
menghampiri kawan-kawannya yang sedang bermain, mereka selalu menjauh dan pergi
meninggalkan kodok kecil. Bahkan, ada pula kawan-kawannya yang sering mengejek
kodok kecil, “penyakitan-penyakitan-penyakitannnn…….”.Kodok kecil hanya bisa
sabar menerima ejekan dari kawan-kawannya.Dia tidak mau melawan karena dalam
hatinya dia sebenarnya ingin sekali mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari
kawan-kawannya.Dia pun pulang dengan langkah kaki yang sangat lemas.Ibu kodok
kecil mengetahui hal itu kemudian kodok kecil dimarahi dan ibu kodok kecil
memberikan larangan untuk tidak keluar rumah.
Kodok kecil hanya
bisa bersedih didalam kamarnya.Ibunya pun menghampiri kodok kecil yang sedang
bersedih hati.“Nak maafkan ibu yaa, ibu marahin kamu, maafin ibu sayang”, kata
ibu kodok kecil sambil berkaca-kaca matanya melihat anaknya yang sedih. “buu..
aku sedih bukan karena dimarahin ibuu.. tapi aku sedih karena penyakitku belum sembuh-sembuh
buu….” Kata kodok kecil dengan suara kesedihannya. Ibu kodok kecil menjawab,
“nak..besok kalau ibu sudah ada uang kita beli obat untuk penyakitmu nak, Allah
pasti akan memberikan kemudahan kepada kita, yaa sayang?”.Kemudian kodok kecil
itu menjawab dengan senyuman kepada ibunya, “baik bu, terima kasih bu, aku
janji sama ibu dan bapak yang ada di surga sekarang, kalau aku bisa sembuh, dan
aku pasti bisa membahagiakan ibu dengan kerja keras aku bu.”
Setelah merasa
persoalan selesai, kemudian ibu kodok kecil menyuruh anaknya untuk beribadah
kepada Allah, dan berdoa kepada-Nya agar Dia menyembuhkan penyakit kodok kecil.
Ibadah pun selesai kemudian kodok kecil merasa ngantuk hingga
akhirnya kodok kecil tertidur di tempat ibadahnya.Di dalam tidurnya yang
nyenyak, kodok kecil bermimpi melihat banyak tulisan di langit, dan melihat
pula banyak buku berterbangan di udara.Seakan-akan kodok kecil ingin meraih
tulisan dan buku itu. Hingga kodok kecil terbangun dari tidurnya dan berpikir
kembali kepada apa yang telah dialaminya dalam mimpinya itu. Kodok kecil
kemudian berdiri sambil berpikir terus, bolak balik di kamarnya.Sampai kemudian
kodok kecil melihat di depan jendela kamarnya tumpukan kertas dan lima buku
yang tebal-tebal. Kodok kecilpun kaget dengan adanya tumpukan kertas dan dan
lima buku itu. “Ya Allah datangnya dari mana buku-buku dan kertas-kertas ini”
sahut kodok kecil. Kemudian kodok kecil berlari menemui ibunya dan
bertanya,”ibuuu… ibu beli kertas dan buku-buku untuk aku?”.Kemudian ibu kodok kecil
menjawab, “enggak sayang”.Keduanya pun melihat kembali untuk memastikan buku
dan kertas-kertas itu asalnya dari mana. Setelah melihat, ibu kodok kecil pun
juga merasa heran, dari mana buku dan kertas-kertas ini?.
Akhirnya, ibu dan anak itu sepakat untuk menyimpan buku dan kertas
tersebut di almari pakaian.Kodok kecil berdiam diri dikamar sambil terus
berpikir. Terlintas dalam pikirannya, “jangan-jangan buku dan kertas-kertas ini
ada hubungannya sama mimpiku tadi, Ya Allah…..”.Tak lama kemudian, didalam almari
pakaian kodok kecil terpancar cahaya yang sangat terang, kodok kecil pun
kaget.Dengan bergegas kodok kecil segera membuka isi almari pakaiannya.Dan
ketika dibuka cahaya yang terpancar itu hilang.Namun ketika ditutup kembali,
cahaya itu bersinar kembali. “aneh, sungguh aneh ini”. pinta kodok kecil. Dalam
pikiran kodok kecil, “ini pasti buku dan kertas-kertas tadi”.
Kodok kecil kemudian memindahkan buku dan kertas tadi diatas meja
batunya.Kodok kecil merasa penasaran kepada kertas dan buku itu.Akhirnya dia
mencoba membuka buku dan membacanya satu paragraf.Dia merasa sangat senang
sekali dengan isi buku tersebut.Dia belum puas, akhirnya dia membaca satu
paragraf lagi.Namun, kodok kecil lagi-lagi belum puas akhirnya dia membaca lagi
hingga tiba waktu subuh dia menghabiskan satu buku tebal.
Dalam pikirannya, “inikah keajaiban dari buku ini, kenapa setiap
aku membacanya aku merasa senang”.Kemudian terdengar suara adzan subuh, kodok
kecil pun bergegas mengambil air wudhlu dan mengajak ibunya untuk shalat berjamaah
dirumahnya yang sederhana. Selesai shalat, kodok kecil pun berdoa kepada Allah
mengenai apa sebenarnya yang telah terjadi padanya. “Ya Allah kenapa hari ini
hamba mengalami hal aneh, apa maksud-Mu Ya Allah memberikan buku dan
kertas-kertas itu pada ku?”.Kemudian, kodok kecil kembali masuk kekamarnya, dan
melihat buku dan kertas-kertas itu.Kodok kecil masih bernafsu untuk membaca
buku itu.Sampai berhari-hari, kodok kecil tak pernah keluar rumah karena sangat
asyiknya dengan bacaan buku itu.Akhirnya, hampir satu bulan kodok kecil bisa
menyelesaikan bacaannya, lima buku tebal dapat diselesaikannya.
Setelah membaca lima buku tebal, kodok kecil menjadi ingin sekali
menulis karangan mengenai pengetahuannya. Dia pun akhirnya menyadari bahwa
buku-buku dan kertas-kertas itu tidak lain adalah untuk dibaca dan ditulis. Dia
merasa sangat senang sekali, dapat menulis dengan lancarnya. Banyak
kertas-kertas hingga ribuan kertas kosong telah ditulis dengan pena miliknya.
Sehari semalam, kodok kecil tidak pernah merasa ngantuk dan capek. Dia tetap
didepan buku dan kertas, sedangkan tangan kanannya yang terus bergerak, dari
tepi ke tepi, kembali lagi dan seterusnya.
Hingga kemudian datang kepada kodok kecil sang ibundanya. “Nak
kenapa banyak sekali kertas yang kamu tulis, kamu gak capek nak?, ini ibu beli
obat nak, ibu dapat rezeki karena kemarin ibu kerja”. Kemudian kodok kecil
menjawab, “ibu, nanda pengen gak sembuh, nanda pengen dikamar terus, kalau
nanda sembuh terus main keluar, nanda pasti gak bisa menulis dan membaca di
kamar”.Sang ibu pun kaget mendengar jawaban dari anaknya. “tapi nak minum dulu
obatnya”. Pinta sang ibu. Kodok kecil pun menjawab dengan wajah penuh
keyakinan, “ibu aku pengen kerja keras membantu ibu, biarpun aku tidak sekolah,
tapi bu aku pengen jadi penulis yang terkenal, aku pengen bisa bahagiain ibu,
aku pengen bu suatu saat nanti nanda bisa menulis buku”. Sang ibu pun
meneteskan air mata, melihat semangat dari anaknya.Meskipun tidak disekolahkan
karena tidak ada biaya, namun dia memiliki semangat yang sangat tinggi untuk
bisa jadi penulis yang terkenal.
Waktu terus berganti, antara siang dan malam.Kodok kecil tetap
istiqomah di meja kerjanya. Kodok kecil akan pindah dari tempatnya ke tempat
sholat, apabila waktu shalat telah tiba. Dia tidak pernah terlambat untuk
melaksanakan kewajibannya. Seandainya penyakitnya sembuh, maka dia akan selalu
hadir ke masjid ketika waktu shalat telah tiba. Rasa bangga ada pada sang ibu,
dia memiliki seorang anak yang sangat tekun beribadah dan bersungguh-sungguh dalam
bekerja. “mungkin kejadian yang lalu, datangnya buku-buku dan kertas-kertas
menandakan kalau anakku punya bakat menulis dan membaca”. Pinta ibu dalam
hatinya.Kemudian dia bersyukur kepada Allah, berkat bantuan Dia, anaknya dapat
belajar meskipun dirumah.Sang ibu merasa tenang karena anaknya tidak pernah
lagi diejek temannya, dijauhi temannya dan di hina oleh temannya.Sang ibu
menyadari bahwa rencana Allah lebih baik dan lebih sempurna daripada
rencananya.
Pada suatu malah hari , kodok kecil belum berputus asa untuk
berhenti menulis. terus menulis dan menulis. jutaan kertas telah ia habiskan.
Hampir tidak ada tempat lagi dikamarnya untuk meletakkan kertas yang berisi
tulisan itu.sampai kemudian, di dalam hatinya mengajak kodok kecil untuk shalat
malam atau shalat tahajud. Ia pun bergegas untuk mengambil air wudhlu. Selesai
shalat tahajud, dia merasa ngantuk sekali hingga kodok kecil pun tertidur.
Ternyata, didalam tidur kodok kecil, ia bermimpi banyak sekali kertas-kertas
yang berisi tulisan diletakkan berdampingan dengan emas. Kodok kecil pun
didalam mimpinya ingin mengambil kertas berisi tulisan itu dan kemudian
mengambil emas.Tangan kodok kecil merasa sangat mudah sekali menggapai
kertas-kertas yang berisi tulisan.Dan lebih mudah lagi, kodok kecil menggapai
emas yang ada disamping kertas.
Dia kemudian terperanjat dari tidurnya, ia sendiri bingung, “kenapa
aku tidur?” pinta kodok kecil itu. dia kemudian berpikir , mengingat-ingat dari
apa yang telah dialaminya. “berarti selesai shalat tadi, aku trus tidur disini,
tapii…… sepertinya tadi aku mimpi aneh lagi”. Pinta si kodok kecil itu.Kodok
kecil ingat kalau dalam mimpinya dia melihat kertas dan emas, yang kemudian
diambilnya dengan sangat mudah.
Akhirnya, si kodok kecil kembali menulis di atas mejanya.Tiba-tiba
terdengar suara ketukan pintu, “tok tok, assalamualaikum”.Ibu berlari
menghampiri pintu dan membukanya. “oh ternyata bapak, silahkan masuk pak”.
Sahut ibu kodok kecil.Datang kodok yang bertugas untuk menagih hutang. “buk,
utang keluarga ibu cukup banyak, dan ibu belum sama sekali nyicil”. Pinta
penagih utang itu.kemudian ibu kodok kecil menjawab, “baik pak, insya Allah
dalam waktu seminggu ini akan saya lunasi”. Penagih utang itu kemudian pamit
untuk pulang, namun ketika hendak keluar dari pintu rumah, dia melihat kodok
kecil yang sedang asyik menulis di jendela kamarnya. Kemudian, penagih utang
itu bertanya kepada ibu kodok kecil, “wahai ibu, siapa anak itu?”.ibu menjawab,
“itu adalah anak saya, dia sedang sakit dan gak mau keluar rumah”. Kemudian,
sang penagih utang itu berjalan menghampiri kodok kecil di jendela kamarnya.
Kodok kecil kaget, “kamu siapa??”. “tenang nak, aku penagih utang di kampung
ini”. jawab dari penagih utang. “kamu menulis apa nak?”. Pinta penagih
utang.Aku menulis apa yang ada dalam pikiranku, setelah aku baca lima buku, aku
menjadi sangat ingin untuk menulis”.jawaban dari kodok kecil. Penagih utang itu
merasa kagum dengan usaha kodok kecil. “kamu sekolah tidak nak?”. “aku tidak
sekolah, karena ibu belum punya biaya”. Jawab dari sang kodok kecil. “nak kamu
punya bakat menulis, tadi di papan pengumuman bapak baca kalau kampung kita mau
ngadain lomba kepenulisan, kamu ikut nak?, hadiahnya jutaan rupiah”. Pinta
penagih utang. “baik pak, saya akan ikut”. Jawab kodok kecil dengan penuh
semangat.
Setelah itu, penagih utang pergi pamitan.Dan datang ibu kodok
kecil. “nak sudah menulisnya, kamu pasti capek kan?” pinta ibu kodok kecil.
“iya bu sebentar”, sahut kodok kecil. “nak !sudah berhenti menulisnya !” kata
ibu kodok kecil dengan nada tegas. Akhirnya, kodok kecil pun berhenti menulis
dan menata buku serta kertas-kertas tulisannya. “nak, yakin kamu mau ikut lomba
menulis?” tanya ibu. “ibu, aku pengen sekali ikut, tolong bu beri izin aku?”.
Pinta kodok kecil dengan wajah penuh harap. “iya nak ibu tidak melarang kamu
ikut lomba itu, dan sebenarnya juga tidak melarang kamu untuk menulis, tapi
saran ibu, kenali waktu, waktu untuk shalat, untuk istirahat, dan untuk makan.
Oke?”.Pinta ibu. “siap buuu….!!!” Jawab kodok kecil dengan wajah yang penuh
bahagia dan semangat.
Waktu perlombaan pun telah tiba.Banyak peserta lomba yang datang
dengan perlengkapan-perlengkapan yang canggih dan modern.Namun, kodok bersama
ibunya, datang dengan pakaian dan perlegkapan yang sangat sederhana.
Sampai-sampai ketika mereka berdua mau daftar di bagian registrasi peserta,
salah seorang panitia berkata, “kalian berdua mau nagapain?, kalau mau mulung
nanti yaa belum waktunya, jadi sekarang kalian pergi dulu”. Kemudian ibu kodok
kecil menjawab dengan nada yang pelan, “pak kami mau mendaftar lomba ini”.kemudian
tertawalah panitia-panitia yang ada di bagian registrasi, “hahahahahahahaha
hahahahahaha kalian mau daftar?, hahaha mustahil kalian menang”. Mendengar
pernyataan itu, kodok kecil hampir menangis, matanya merah menahan sakit.
“sabar yang nak kamu pasti bisa” pinta dari ibu.
Kodok kecil kemudian duduk di meja yang telah disediakan panitia.
Kawan-kawan yang biasanya mengejek dan menghina kodok kecil pun ikut jadi
peserta, mereka kemudian mendatangi kodok kecil dan berkata, “ehh kenapa kamu
disini?, kamu penyakitan lebih baik dirumah”. Kodok kecil hanya diam mendengar
kawannya berkata seperti itu.peserta yang lainnya pun menjadi menjauh dari
kodok kecil, karena takut kalau tertular penyakitnya.
Perlombaan dimulai, dengan waktu sekitar tiga jam.Terlihat kertas
dari kodok kecil masih kosong. Sementara dari peserta lain, mereka sudah mulai
menulis dan hampir menghabiskan satu kertas. Satu jam sampai dua jam telah
berjalan, kodok kecil masih terlihat berdiam diri dihadapan kertasnya.
Sementara dari peserta lainnya sudah menghabiskan tiga kertas.Ketika kodok
kecil melihat wajah ibunya dikursi penonton, dia kemudian bersemangat dan mulai
untuk menulis.entah apa yang ada dalam pikiran kodok kecil, dia menulis dengan
lancarnya. Dengan wajah yang penuh semangat dan penuh dengan senyuman, membuat
peserta lainnya menjadi terheran. Waktu sisa satu jam, kodok kecil terus menulis
hingga menghabiskan tiga kertas.
Akhirnya, waktu telah selesai, kodok kecil terlihat sangat optimis
dengan hasil yang akan didapat. Lima lembar kertas telah dihabiskannya.Dan dia
pun yakin dengan isi tulisannya.Kemudian, penilai atau juri mengumpulkan semua
hasil tulisan peserta.Waktu menilai dari juri sekitar satu jam.Sementara
terlihat dari para peserta riuh ramai, karena mereka yakin kalau mereka bisa
mendapatkan uang jutaan rupiah itu. “horeeeeee aku pasti yang akan dapat hadiah
uangnya” kata salah satu peserta. “bukan kamuuu tapi aku yang jadi juaraaa…”.
“aku yang juara”, “yang juara aku”, bukan kalian yang juara tapi lihat nih aku
yang juara,”, “uangnya untuk beli es krim yang banyak….. hmmm lezatt”, yang
juara akuuuu….” Ucap banyak peserta yang membuat suasana menjadi riuh.Mereka
saling menunjukkan bahwa dialah yang menjadi juara.Sementara terlihat kodok
kecil yang sedang berdiam diri, dia ternyata sedang sibuk berdoa dan
bertawakkal.Dia meminta pada Allah untuk hasil yang terbaik.
Akhirnya waktu pengumuman hasil tulisan telah tiba, ketika panitia
akan mengumumkan hasil pemenangnya, para peserta terdiam. “keputusan dari
panitia tidak dapat diganggu gugat”, pinta salah satu panitia. “dan yang
menjadi pemenang lomba kepenulisan dan berhak membawa pulang hadiah
adalah…………………kodok kecil..!!!!”. mendengar pengumuman dari panitia, kodok kecil
kaget, dia tidak menyangka bahwa dirinya yang menjadi juara lomba, kemudian
kodok kecil bersyukur dengan bersujud kepada Allah. Kodok kecil lah yang
menang. “tulisan dari kodok kecil ini sangat bagus sekali, dia menulis dengan
judul “Ketika Pena Menari”, kata panitia sambil mengucapkan selamat kepada
kodok kecil. Terlihat ibu kodok kecil dari bangku penonton menangis, kodok
kecil pun tidak bergegas mengambil hadiah yang disediakan oleh panitia, namun
kodok kecil justru menghampiri ibunya dan memeluknya. “ibu aku berhasil”, kata
kodok kecil. “selamat anakku, kamu memang yang terbaik”. Jawab ibu dengan
menangis.Kodok kecil pun dengan lembutnya mengusap air mata ibunya, dan mencium
kaki ibunya.Dan berkata “aku sayang ibu”.
Hari demi hari, kodok kecil bermain diluar rumahnya bersamanya
ibunya.Alhamdulillah, penyakit yang diderita kodok kecil selama ini sudah
sembuh.Berkat menang lomba, hidup mereka berdua dapat tercukupi.Bahkan, banyak
media-media yang membutuhkan jasa dari kodok kecil.Sampai pada akhirnya, kodok
kecil dapat pekerjaan sebagai penulis di salah satu media yang sangat
terkenal.Sekarang, menulis dan membaca menjadi sahabat dekat kodok kecil.Jalan
hidup yang dipilihnya memperbaiki kehidupan kodok kecil dan ibunya.Dia sangat
senang, banyak teman-teman kodok kecil yang sebelumnya sering mengejek atau
menghinanya, sekarang menjadi baik kepadanya.Bahkan kodok kecil sering
mengajarkan kepada teman-temannya mengenai cara-cara menulis.teman-temannya pun
merasa senang sekali, dan tidak lupa kodok kecil selalu bersyukur kepada Allah
atas apa yang diberikan kepadanya. Semua yang dirasakan sekarang tidak lain
adalah bantuan dari-Nya. “ternyata mimpi yang aku alami dulu adalah petunjuk
Allah kepadaku agar aku menulis”. pinta kodok kecil.
Tulisan-tulisan kodok kecil banyak sekali termuat diberbagai media,
dan banyak pula koleksi-koleksi buku karya kodok kecil. Dia berdoa kepada
Allah, semoga tulisannya dapat bermanfaat bagi kodok-kodok yang lain. Aminnn….
cerita ini hanyalah fiktif, cerita yang oleh penulis di ikutkan dalam perlombaan kepenulisan cerita dengan segmentasi anak-anak di Pro-U Media
selamat membaca semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar